Mulai dari Diri Modul 2.3.a.3 Konsep Coaching di sekolah

 Mulai dari Diri  Modul 2.3.a.3 Konsep Coaching di sekolah

Mari kita mulai modul coaching ini dengan mengirimkan tanggapan dari kasus-kasus yang mungkin terjadi di sekolah yang akan disampaikan pada kegiatan ini. Tanggapan Anda tidak akan dinilai, melainkan digunakan sebagai pijakan para fasilitator untuk mengembangkan modul coaching ini agar sesuai dengan kebutuhan Anda. Berikut ini adalah dua kasus yang perlu Anda tanggapi:

Modul 2.3.a.3 coaching di sekolah


1. Lama Mengajar

13 Tahun 2 Bulan

2. Anda menemui seorang murid berprestasi yang mengeluhkan tentang susah konsentrasi dan penurunan motivasi belajar yang mengakibatkan ketidakpuasan orangtuanya. Apa yang menjadi respon Anda terhadap situasi yang disampaikan

Yang akan saya lakukan adalah melakukan pendektan personal kepada anak tersebut,kita ajak sharing dan bercerita tentang kendala apa yang dihadapi ketika belajar,hal apa yang membuat kamu semangat belajar.Kalau anak susah konsentrasi mungkin memiliki beban pikiran yang masih menjadi tanda tanya si anak.Maka kita sebagai guru perlu menggali lebih dalam dan memberikan solusi yang terbaik bagai anak tersebut.

Kemudian terkait dengan motivasi anak yang menurun pasti juga ada penyebabnya.Apakah dukungan orang tua kurang,lingkungan sekolah kurang mendukung serta kurang kurang memberikan suport kepada anak tersebut.Maka tugas guru harus bisa memberikan solusi dan motivasi kepada anak tersebut agar bisa semangat lagi belajarnya.

3. Seorang murid bertemu dengan Anda di taman sekolah dan menceritakan bahwa ia diminta oleh teman-temannya untuk menjadi ketua panitia acara pertandingan olahraga di SMP Penggerak. Terlihat murid tersebut ragu dan tidak berminat. Bagaimana Anda memberikan respon sebagai seorang guru yang mengetahui bahwa murid tersebut memiliki potensi sebagai seorang pemimpin?

Saya sebagai guru akan memberikan dukungan,nasehat dan motivasi dengan anak tersebut dengan mengajaknya ngobrol di luar jam pelajaran.Misalkan dengan berkata kepada anak tersebut bahwa tidak semua anak mendapatkan kesempatan untuk menjadi ketua panitia.Jika kamu ditunjuk teman-teman kamu berarti kamu memiliki potensi yang lebih unggul dibanding dengan temanmu yang lainnya.Kesempatan tidak datang kedua kali.Ambil dan laksanakan amanah dari teman-teman kamu dengan rasa ikhlas dan sungguh-sungguh dan yakin bahwa kamu memiliki kemampuan dan bisa menjadi seorang ketua panitia yang hebta ,cerdas dan mampu memberikan semangat bagi teman-teman kamu.Jika nanti di tengah perjalanan mengalami kesulitan saya sebagai guru siap mendampingi kami serta memberikan arahan dan bimbingan agar kegiatan bisa berjalan dengan lancar sampai akhir.

4. Apa saja harapan yang ingin Anda lihat pada diri Anda sebagai seorang pendidik setelah mempelajari modul ini

Saya berharap menjadi seorang guru yang bisa memenuhi kebutuhan belajar peserta didik di kelas.Selain itu sebagai guru saya juga berharap bisa mengetahui bagaimana cara mengidentifikasi karakter peserta didik sehingga saya bisa memberikan solusi permasalahan yang dihadapi oleh murid serta selalu memberikan motivasi belajar kepada murid.

5. Apa saja harapan yang ingin Anda lihat pada murid-murid Anda setelah mempelajari modul ini?

Saya berharap murid saya lebih terbuka dan bisa menjadi seorang murid yang memiliki karater yang kuat dan cerdas serta bisa memotivasi dirinya untuk semangat belajar

6. Apa saja kegiatan, materi, manfaat yang Anda harapkan ada dalam modul ini?

Kegiatan dan materi serta manfaat yang saya harapkan dalam modul ini adalah saya berharap dengan mempelajari modul coaching ini akan mendapatkan pengetahuan baru yang  bisa yang terapkan di sekolah dan memberikan dampak yang positif bagi anak didik saya serta meningkatan profesionalisme saya sebagai seorang pendidik

Belum ada Komentar untuk " Mulai dari Diri Modul 2.3.a.3 Konsep Coaching di sekolah"

Posting Komentar

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel